Membangun laboratorium komputer untuk sekolah tentu saja harus mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya : biaya pengadaan, biaya operasional serta pemeliharaan. Model laboratorium yang ada biasanya memanfaatkan banyak PC yang terkoneksi dalam jaringan. Konsumsi listrik dan biaya pengadaan hardware plus software menjadi pertimbangan penting bagi sekolah….
Nah, waktu browsing di Internet saya menemukan solusi ini, Ncomputing namanya. Dengan konsep Multi User Computing, ncomputing akan mengubah cara kita menggunakan. Ncomputing bisa memperbanyak sampai 10-30 pemakai dari 1 PC; Cocok untuk berbagai macam aplikasi dari small to medium size business, enterprise dan home markets.
Ncomputing adalah terminal pertama di dunia yang tidak membutuhkan CPU, hard-drive, atau CD-ROM dan dapat dipergunakan sama seperti PC biasa. Dengan Ncomputing exclusive UTMA (Ultra Thin Multi-Access) teknologi, Ncomputing dapat meng-ekspansi PC anda sampai 10 terminal komputer. (sampai 30 dengan Windows Server 2003 atau 2000 Server. Unlimited terminals dengan operating sistem Linux tertentu).
Kelebihan dari sistem ini adalah :
Komputasi berbasis server dengan multi-user dan berbiaya rendah. Berbagi-pakai satu host PC ke maksimum 30 user secara simultan.
Meminimalisasi upgrade hardware yang mahal secara berkala — cukup lakukan upgrade pada host PC Anda.
Tidak memerlukan maintenance secara hardware pada OfficeStation, hanya ada software upgrade pada host PC jika ada versi yang lebih baru dari NComputing.
Kompatibel dengan semua aplikasi berbasis Windows. (game 3D dan program rendering video tidak disarankan digunakan dengan OfficeStation)
Desain yang cukup kecil - dapat menghemat menempatan (space saving).
Akses yang cepat dan aman ke PC Anda di kantor atau rumah dari manapun, termasuk via Internet.
Plug and Play — segala sesuatu yang diperlukan telah disediakan; tidak ada tambahan software apapun.
Tidak menimbulkan suara berisik dan hemat listrik. (hanya 5 watt saja)
Mendukung tampilan resolusi tinggi: 640 x 480, 800 x 600, 1024 x 768, 1280 x 1024, 16 bit (65,536 warna).
Dapat dikonfigurasi untuk koneksi wireless dengan tambahan 802.11g wireless router dan bridge.
Smart Board atau papan pintar merupakan sebutan untuk papan tulis yang interaktif. Memiliki fungsi yang sama dengan layar sentuh (touch screen), yang membedakan adalah ukuran layar dan teknologi yang digunakan. Saya hanya berkhayal memiliki teknologi ini di ruang kelas, lalu mendesain pembelajaran yang mengaktifkan siswa menggunakan Smart Board, mahasiswa bergantian maju kedepan untuk mencoba sesuatu dan menyelesaikan permasalahan, menggunakannya untuk memaparkan sesuatu…. ah mimpi di siang bolong :). Manajemen kelas dengan satu komputer… dan komputer tidak hanya sebagai alat presentasi guru/dosen… namun mampu mengaktifkan siswa. Sangat menginspirasi!
Saksikan video dibawah ini untuk melihat aksi Smart Board dalam ruang kelas sebenarnya.
IT-Club Fakultas Teknologi Industri UNISSULA bekerjasama denan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Informatika UNISSULA Semarang menyelenggarakan Workshop Membuat Game Edukasi. Workshop ini diselenggarakan dalam rangka menyambut event Nasinal Festival Game Tech dan Animasi 2008 Putaran 2, yang akan diselenggarakan di Semarang pada 19-20 Aril 2008 nanti. Pelatihan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 April 2008 berlokasi di Laboratorium Multimedia FTI UNISSULA Lantai 2, Jl. Raya Kaligawe Km.4 Semarang. Peserta adalah mahasiswa FTI dan Umum (harus konfirmasi terlebih dahulu ke panitia). Fasilitas : snack, CD tutorial dan ruang ber-AC Untuk informasi dan pendaftaran silahkan menghubungi Mas Agung : (HP) 081391780967.
Dear All, sampai tahun 2010 saya bersama proyek DBE2 (Decentralized Basic Education) 2 tentang peningkatan mutu pembelajaran akan melakukan serangkaian pelatihan dan penyiapan sarana khususnya untuk meningkatkan profesionalisme para guru di Indonesia. Nah, pada program tersebut terdapat pula modul pelatihan pembelajaran aktif menggunakan ICT. Artinya, lewat modul ini kami melatih para guru untuk mengintegrasikan ICT lewat perangkat yang terbatas dalam pembelajaran di kelas. Ada dua keyword yang menjadi sorotan, yaitu “Pembelajaran Aktif” dan “ICT”. Hasilnya adalah bagaimana pembelajaran aktif dapat dilakukan dikelas menggunakan perangkat ICT.
Sebelumnya saya belum berani menyebarkan modul/buku elektronik ini via Internet terkait dengan hak cipta, namun setelah bertanya dan mendapat jawaban dari Mary Burns (Senior Education Technology Specialist, Educatation Development Center, USA) maka saya berani meng-uploadnya disini. Menurut beliau silahkan saja e-book ini disebarkan ke umum supaya sekolah lain pun dapat melaksanakan hal serupa dan terkena imbas baik dari program ini, asal jangan digunakan untuk kepentingan komersial.
Lho kok bisa? Saya hanya mencoba menggunakan layanan Google Trends untuk membuktikan hal ini. Caranya? ketikkan kata e-learning dan elearning, pisahkan kedua kata tersebut dengan koma (e-learning,elearning). Kemudian klik tombol Search Trends. Maka akan tampil hasil analisa tren berdasarkan waktu dan wilayah. Google Trend memang ditujukan untuk melihat tren penggunaan keyword atau kata kunci dalam pencarian di mesin pencari Google.Com.
Beberapa bulan lalu saya pernah mempromosikan Tutorom dalam blog ini. Nah sekarang giliran saya untuk mencobanya. Sebagai layanan gratis virtual classroom atau ada yang menyebut LMS (Learning Management System), fitur-fitur yang disediakan Tutorom sungguh mengesankan. Kemudahan penggunaan, serta kelengkapan fitur sangat memudahkan pengguna untuk membuat ruang kelas dan menyusun bahan ajar. Bukan itu saja, fitur gradebook menghadirkan format penilaian yang menarik.
Sebagai seorang dosen, sebelumnya saya menggunakan LMS yang disediakan oleh kampus UNISSULA, yaitu SINAU-ONLINE, namun pada perkuliahan Jaringan Komputer di Teknik Informatika UNISSULA saya ingin mencoba mengintegrasikan layanan LMS gratisan ini ke perkuliahan, bukan karena SINAU-ONLINE kurang mumpuni atau ada persoalan lain, namun lebih karena saya ingin mengujicoba memanfaatkan kemampuan layanan gratis dalam perkuliahan yang nantinya akan saya jadikan tulisan. Sehingga tulisan ini nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para staf pengajar yang ingin mengintegrasikan e-Learning dalam perkuliahan tanpa harus keluar banyak uang. (Because my class is my teaching laboratory…..).
Name : Winastwan Gora S.
Dosen Teknik Informatika UNISSULA Semarang, ICT Coordinator Decentralized Basic Education (DBE) 2 Province Central Java, penulis dan praktisi IT yang menetap di kota Semarang, Jawa Tengah. Email: gora [at] unissula.ac.id Cell: +6281-325085446 YM: indiebrainer