Dec 25 2008
Garbage In = Garbage Out? No Way!
Kualitas inputan yang “beragam” dari perguruan tinggi swasta saat ini merupakan “tantangan” bagi institusi untuk tetap bergelut untuk memenuhi tuntutan kualitas output. Sebagai sebuah jurusan pada perguruan tinggi swasta apalagi belum terakreditasi, jelas sangatlah sulit untuk menetapkan kualitas standar inputan yang agak tinggi, apalagi persaingan perguruan tinggi swasta yang semakin ketat. Boro-boro dapat inputan mahasiswa berkualitas baik, ada mahasiswa yang mendaftar saja sudah bagus
Lantas bagaimana dengan kualitas inputan yang beragam tersebut, apakah apabila inputannya sampah maka akan keluar sebagai sampah pula? (Garbage In = Garbage Out) Saya pribadi kurang sependapat dengan pernyataan tersebut. Saya tidak mengganggap kualitas inputan yang beragam tersebut sebagai hambatan, namun menjadi sebuah tantangan bagi perguruan tinggi swasta yang merasakan hal serupa.
Kalau kualitas inputannya sudah bagus, maka tidak akan mengherankan apabila menghasilkan kualitas inputan yang bagus, lha wong sebelum masuk aja sudah bagus, ya tinggal poles dikit sana sini maka keluarannya juga akan oke… Namun akan lebih menakjubkan apabila kualitas inputan yang jelek bisa keluar dengan kualitas yang oke.. tapi apakah hal tersebut bisa dilakukan… Jawabannya relatif… karena kualitas yang dimaksud sebagai kualitas output perguruan tinggi dapat dilihat dari beberapa sisi.
Yang jelas perguruan tinggi swasta dituntut kreatif untuk menyulap kualitas lulusannya menjadi lebih baik. Kalau sekedar menghasilkan kualitas dengan IPK yang tinggi, jelas-jelas akan kalah dengan kualitas dari perguruan tinggi negeri. Anda punya ide? Kualitas seperti apa yang seharusnya dihasilkan oleh perguruan tinggi swasta untuk dapat bersaing dengan perguruan tinggi negeri? Silahkan tumpahkan disini (lewat fasilitas komentar), karena kami sangat membutuhkannya
Create a free edublog to get your own comment avatar (and more!)








Out Of Topic: I just want to say… HAPPY NEW YEAR 2009!!!