Archive for the 'Classroom 2.0' Category

Aug 06 2008

Mengidentifikasi Ketrampilan Abad ke-21 untuk Siswa

21st Century Student

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan “Tantangan Abad ke-21, Guru Harus Berubah!” yang kami sajikan tempo hari. Perubahan pendidikan dan mindset para guru harus didasarkan pada kecakapan/ketrampilan apa saja yang nantinya dibutuhkan oleh para siswa di abad ke-21 ini untuk dapat mencapai partisipasi penuh di masyarakat. Kecakapan/ketrampilan ini akan membantu para siswa untuk beradaptasi dengan perubahan masyarakat dan teknologi yang ada. Ketrampilan tersebut meliputi :

  • Akuntabilitas dan Kemampuan Beradaptasi – Melaksanakan tanggung jawab pribadi dan fleksibilitas dalam konteks pribadi, lingkungan kerja, dan masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi bagi diri sendiri dan orang lain; bersikap toleran terhadap kerancuan.
  • Kecakapan Komunikasi – Memahami, mencoba, dan menciptakan komunikasi multimedia lisan dan tulis yang efektif dalam berbagai macam bentuk dan konteks.
  • Kreativitas dan Keingintahuan Intelektual – Mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan baru kepada orang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif yang baru dan berbeda.
  • Berpikir Kritis dan Berpikir dalam Sistem – Berusaha untuk memberikan logika yang tepat dalam memahami dan membuat pilihan yang kompleks; memahami interkoneksi antara sistem.
  • Kecakapan Melek Informasi dan Media – Menganalisis, mengakses, mengatur, mengintegrasikan, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dalam berbagai macam bentuk dan media.
  • Kecakapan Hubungan antara Pribadi dan Kerja Sama – Menunjukkan kerja sama dalam kelompok (teamwork) dan kepemimpinan; beradaptasi terhadap berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan pihak lain; menunjukkan empati; menghargai perspektif yang berbeda.
  • Identifikasi, Formulasi, dan Pemecahan Masalah – Kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisis, serta memecahkan masalah.
  • Pengarahan Pribadi (Self-Direction) – Memonitor pemahaman diri dan mempelajari kebutuhan pembelajaran, menemukan sumber yang tepat, melakukan transfer pembelajaran dari satu bidang ke bidang lainnya.
  • Tanggung jawab Sosial – Bertindak dengan penuh tanggung jawab dengan mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih luas; menunjukkan perilaku beretika dalam konteks pribadi, lingkungan kerja, dan masyarakat

Sumber : Partnership for 21st Century Skill (http://www.21centuryskills.org)

2 responses so far

Aug 05 2008

Tantangan Abad Ke-21, Menuntut Guru untuk Berubah!

21st Century TeacherPerubahan jaman dan kemajuan teknologi telah merubah perilaku manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini berdampak pula pada proses pendidikan, dimana para pendidik harus pula mempersiapkan diri akan perubahan ini.

Di tempat kerja abad ke-21 para pekerja : Menganalisis, mengubah, dan menciptakan informasi. Mereka juga bekerjasama dengan rekan kerja untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan. Selain itu mereka mengerjakan berbagai macam tugas yang rumit dengan menggunakan teknologi canggih.

Sedangkan di rumah abad ke-21 para anggota keluarga : Menikmati hiburan dengan menonton, membuat, dan berpartisipasi dalam berbagai macam media. Mereka juga membuat keputusan untuk membeli sesuatu dengan cara mencari informasi di Internet. Dan mulai terbiasa saling berhubungan dengan teman dan anggota keluarga melalui berbagai macam teknologi (telepon, internet, handphone, dll).

Continue Reading »

No responses yet

Jun 24 2008

Membuat LCD Proyektor Memanfaatkan OHP Bekas

Saat ini banyak dari sekolah yang ada di Indonesia memiliki OHP (Over Head Projector), namun banyak pula yang telah meninggalkan perangkat tersebut sebagai piranti presentasi dikarenakan kalah canggih dibanding dengan LCD Proyektor. Lantas bagaimana dengan nasib OHP yang ada? Dibuang begitu saja? atau dibiarkan mangkrak di gudang sampai rusak?. Pertanyaan seperti itulah yang membayangi benak saya setelah ketika realitas sekolah saat ini.

DIY LCD Projector

Sebenarnya dengan biaya yang tidak terlalu tinggi, Anda dapat menambah jumlah LCD Projector yang ada di sekolah dengan memanfaatkan OHP yang ada. Ya! kita buat sendiri LCD Projector memanfaatkan OHP yang ada di sekolah! :) (maaf saya ulang he..he..he..). Caranya sediakan LCD Monitor bekas 15/14″. Kemudian bongkar LCD Monitor dan lepaskan LCD Panel dan modul elektronik yang ada dari kemasannya. Selanjutnya buat dudukan di OHP, supaya LCD panel dan modul elektroniknya bisa diletakkan diatas OHP. Oh iya, beri jarak antara LCD panel dengan kaca OHP sebesar 5-8 cm. Jangan lupa beri pendingin berupa kipas untuk mereduksi panas yang dihasilkan oleh lampu OHP. Jadi deh! :). Kalo masih bingung, silahkan putar video ini. Selamat berkreasi!

No responses yet

Jun 10 2008

Membuat Interactive Whiteboard Sendiri (Bagian 3), Tahapan Ujicoba

Ujicoba Wiimote WhiteboardSetelah berhasil membuat pena inframerah, maka eksplorasi membuat interactive whiteboard dilanjutkan dengan mengkoneksikan Wii Remote (Wiimote) dengan komputer dan mencoba fungsionalitas pena infrared (IR pen). Untuk mengkoneksikan Wiimote dengan komputer (laptop), saya tidak membutuhkan driver khusus. Yang saya lakukan adalah menyalakan fitur bluetooth, menambah device, lalu klik secara bersamaan tombol 1 dan 2 di Wiimote untuk sikronisasi, lalu cari perangkat bluetooth di komputer berikutnya akan ditemukan perangkat baru bernama Nintendo Remote.

Continue Reading »

No responses yet

Jun 04 2008

Membuat Interactive Whiteboard Sendiri (Bagian 2), Membuat Infra Red (IR) Pen

Make IR penSetelah berburu dan mendapatkan Wii Remote atau Wiimote, maka langkah selanjutnya adalah membuat Infrared (IR) pen. Pena infra merah ini nantinya digunakan layaknya stylus pen pada touch screen. Kita harus membuat sendiri perangkat ini karena tidak tersedia di pasaran. Untuk membuat IR pen ini dibutuhkan peralatan berupa : casing pena/spidol (saya menggunakan casing termometer) bekas, IR LED (infrared LED), saklar, resistor, casing batere, batere, kabel, solder, dan timah. Keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk membuat IR pen ini tidak terlalu mahal, sekitar Rp. 20.000 saja, murah bukan? Yang diperlukan hanyalah keahlian menyolder (jangan sampai tangan anda terbakar :) gara-gara eksperimen ini)

Continue Reading »

No responses yet

Jun 04 2008

Membuat Interactive Whiteboard Sendiri (Bagian 1), Mencari dan Mengeksplorasi Wii Remote (Wiimote)

WiimoteUntuk memulai bereksperimen membuat Interactive Whiteboard, saya membutuhkan berbagai peralatan seperti Wii Remote atau Wiimote, IR (Infra Red) Pen, aplikasi kalibrasi layar (Wiimote Whiteboard v2.0 buatan Johnny Lee) dan Tripod Kamera sebagai tempat meletakkan Wiimote. Perangkat yang pertama kali saya cari adalah Wii Remote (Wiimote), yaitu sejenis remote control, aksesoris dari mesin game Nintendo Wii. Untuk mendapatkan ini saya memanfaatkan search engine Google di Internet. Beruntung ada sebuah webstore yang menjual peralatan game yang menjual perangkat ini, nilai lebihnya adalah posisi toko offline-nya ada di Semarang, Jawa Tengah.

Continue Reading »

No responses yet

Jun 04 2008

Eksperimen Membuat Smart Board Sendiri, Cara Murah Memiliki Interactive Whiteboard

Interactive WhiteboardMasih ingat dengan tulisan saya “Inspiring Technology in Education : Smart Board”? Sudah lebih dari 2 (dua) bulan ini saya begitu terinspirasi untuk memperoleh informasi yang banyak mengenai teknologi Interactive Whiteboard tersebut, syukur sih bisa memiliki, ya kalo ngga mampu (ngga punya uang untuk beli) mencobanya saja sudah lebih dari cukup :). Saya kaget setelah mengetahui harga Interactive Whiteboard seperti Smart Board ini harganya sangat mahal, lebih dari Rp. 30.000.000. Yah, kalo segini harganya mana mungkin diterapkan di sekolah-sekolah? padahal teknologi ini sangat menginspirasi. Yang ada di benak saya sekarang adalah, kalau teknologi ini diterapkan di sekolah, dengan didukung desain pembelajaran yang bagus, pasti siswa akan lebih aktif dan kreatif.

Continue Reading »

No responses yet