Archive for the 'GNU/Linux' Category

Mar 12 2008

Asus EeePC Mengiringi Langkahku Kini

 Eee2
Asus EeePC bersanding bersama Compaq Presario V3000

Malam tadi (11/02/2008) saat saya berkunjung ke BK Komputer (Jl. Satrio Wibowo, Tlogosari, Semarang), saya melihat ada Asus EeePC yang dipajang di depan toko mereka. Kebetulan saat itu saya kesana bertujuan untuk mengklarifikasi tentang Laptop Axioo saya yang hilang saat direparasi di Axioo Service Center, Surabaya. Ceritanya akibat ada sweeping di sana atau karena kelalaian salah seorang staff, notebook Axioo saya yang rusak akibat motherboard terbakar itu hilang entah dimana. Tanpa panjang lebar saya minta ganti saja dengan Asus EeePC seharga 4 juta rupiah, meskipun saya harus nambah biaya sekitar 2 jutaan (ngga pa pa lah.. yang penting dapat barang impian).

Eee1
EeePC barusan dilepas dari kardusnya

Langsung saja EeePC ini saya bawa pulang. Tipe EeePC berwarna hitam ini adalah Surf 4G, dengan spesifikasi sebagai berikut :

* CPU: Intel Celeron ULV 900MHz
* Memory: 512MB DDR2
* Chipset: intel
* Wireless: Wifi chipset intel 802.11bg
* Storage: 4GB SSD (Solid State storage Device)
* LAN: 10/100 Mbps
* Audio: Intel Hi-def audio, stereo speaker, Microphone
* Battery: 4 cell, 5200mAh, 2.5 jam
* Screen: LCD 7″
* Weight 0.92kg
* Operating system : Xandros Linux

Lumayan lah… dapat gadget baru yang begitu ringkas dan ringan untuk dibawa presentasi kemana-mana. Untungnya dalam EeePC ini terdapat port VGA out sehingga mampu untuk dicolokkan ke LCD Proyektor ketika presentasi. Saya masih akan terus mengeksplorasi gadget ini…. Terima kasih Mas Kadar (pemilik BK Komputer, meski agak mahal, but it’s ok! yang penting dapat barang impian) Tunggu kabar selanjutnya!

No responses yet

Mar 10 2008

Berbagai Pilihan Notebook/Laptop Murah untuk Pendidikan

Classmate 

Saya selalu ingin mengumpulkan informasi dengan tag “keterbatasan” dan ”murah”, ya karena kondisi inilah yang berlaku dan cocok di negara ini. Pendidikan di Indonesia membutuhkan sesuatu yang murah agar penerapan ICT (Information dan Communication Technology) dalam pembelajaran dapat terlaksana, bukan sesuatu yang mahal, sulit digunakan, eksklusif dan mentereng :). Kali ini giliran saya untuk mengumpulkan informasi mengenai notebook/laptop murah. Penggunaan laptop baru berharga murah, yang notobene menggunakan daya rendah dalam konsumsi listriknya diramalkan akan menggeser penggunakan PC (Personal Computer) rakitan atau PC bekas yang menggunakan daya listrik tinggi.

Konsumsi listrik memang menjadi isu sentral, karena berpengaruh pada biaya operasional pendidikan/sekolah. Bayangkan saja untuk membuat sebuah laboratorium komputer dengan sepuluh buah PC didalamnya akan membutuhkan daya lebih dari 2000 watt, bisa dibayangkan berapa jumlah tagihan listrik sekolah yang harus dibayar tiap bulannya?. Padahal dengan menggunakan laptop/notebook konsumsi daya yang dibutuhkan per unitnya adalah 70 watt, kalau dikali 10 maka total konsumsi sekitar 700 watt, plus kalau di dalam lab memakai LCD proyektor yang 250 watt maka keseluruhan konsumsi listrik yang dibutuhkan hanyalah 950 watt, sangat jauh bukan?.

Untuk itu kami menyajikan beberapa pilihan tipe notebook/laptop murah untuk Anda pembaca setia The Indiebrainer :). Kategori laptop/notebook murah yang dimaksud adalah berharga kurang dari 5 juta rupiah. Diantaranya adalah : Zyrex Anoa, Zyrex Ubud, Asus EeePC, dan Byon M3311 G/C-W.

Continue Reading »

5 responses so far

Dec 04 2007

Otomatisasi Perpustakaan Menggunakan Software Opensource

Saat ini setiap perpustakaan memerlukan sistem informasi yang terkomputerisasi untuk menunjang pelayanannya kepada pengguna perpustakaan. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengaplikasikan sistem otomasi perpustakaan. Namun bagi beberapa perpustakaan yang mempunyai dana terbatas, perpustakaan sekolah dan taman bacaan misalnya, computerized systems adalah hal yang tidak mudah untuk diaplikasikan. Beberapa berpendapat sistem manual adalah pilihan terbaik bagi mereka.

Bagi Anda para pustakawan dengan dana terbatas, namun berkeinginan untuk melakukan otomatisasi perpustakaan, Anda dapat menggunakan solusi aplikasi opensource yang gratis namun memiliki fungsionalitas yang tak kalah dengan aplikasi perpustakaan berbayar. Para software creator di Indonesia ternyata telah banyak yang memproduksi aplikasi otomatisasi perpustakaan ini, misalnya Athenaeum Light (selanjutnya disingkat AT), IGLOO dan yang terbaru adalah SENAYAN.

Athenaeum Light, sebuah aplikasi perpustakaan yang dikembangkan oleh Didik Witono ini menyediakan semua kebutuhan dasar sebuah sistem dalam sebuah perpustakaan. Misalnya fasilitas peminjaman dan pengembalian, sistem pencetak barcode, katalog untuk pengguna, dan yang paling essensial di Athenaeum Light ada tersedianya fasilitas untuk membantu pustakawan melakukan stock opname.

Igloo adalah aplikasi berbasis web untuk meng-online-kan Database ISIS (CDS/ISIS dan WinISIS) ke media web. Igloo dibuat menggunakan PHP Scripting language ( www.php.net) dan PHP-OpenISIS sebagai backend untuk membaca database natif ISIS. PHP-OpenISIS merupakan port OpenISIS ke PHP dalam bentuk extension. OpenISIS itu sendiri merupakan command-line tool untuk membaca database natif ISIS. Untuk mengetahui lebih banyak tentang OpenISIS, silahkan kunjungi situsnya di http://www.openisis.org

Senayan merupakan open source Library Management System. Dikembangkan menggunakan teknologi open source seperti PHP dan MySQL. Senayan menyediakan banyak fitur seperti Bibliography database, Circulation, Membership dan masih banyak lagi, yang akan menolong fungsi otomastisai perpustakaan. Proyek ini disponsori oleh Pusat Informasi dan Humas Depdiknas dan berlisensi GPL v3.

Silahkan kunjungi website masing-masing aplikasi diatas untuk mendapatkan installer dan informasi lebih seputar aplikasi tersebut. Semoga bermanfaat! [The Indiebrainer]

2 responses so far

Aug 20 2007

Sweeping Selesai, Ya Balik Lagi ke Windows Bajakan

Kalo ngga begitu yaa bukan Indonesia namanya..he..he.. Ya, beberapa hari yang lalu ketika sweeping software berlangsung di toko komputer, lembaga kursus dan warnet maka mereka yang di-sweeping beramai-ramai untuk melakukan migrasi ke GNU/Linux. Waktu itu saya menyangka kalau sweeping yang dilakukan pihak kepolisian kali ini akan membawa dampak positif bahwa penggunaan software opensource akan meluas, namun hal itu hanya impian belaka. Banyak dari toko komputer dan warnet yang kembali lagi menggunakan software bajakan setelah sweeping selesai. Ah..sama juga ternyata… [The Indiebrainer]

9 responses so far

Aug 06 2007

Sweeping, Kenapa Harus Tutup?

Siang tadi saya berniat untuk membeli kipas prosesor merek ThermalTake, namun malang menjemput, tidak ada satupun toko komputer buka. Akhirnya dengan tangan hampa saya pulang tanpa hasil. Nanya ke temen-temen yang punya bisnis toko komputer, ternyata sampai tanggal 15 Agustus mereka tidak berani buka dan berjualan, dikarenakan adanya sweeping dari pihak kepolisian. Hah? Kenapa mesti tutup? pertanyaan itu yang langsung hinggap di otakku.

Padahal seingatku, teman yang punya toko komputer pernah cerita bahwa tiap bulannya dia selalu ditarik “upeti”, yang katanya untuk uang keamanan agar tidak kena razia software ilegal. Upeti itu katanya disetorkan ke Polsek, Polres dan Polda, yang besarannya mencapai 500 ribuan sebulannya. Tapi kenapa saat ini mereka masih merasa takut? Kalo sudah bayar upeti mestinya mereka tidak harus takut menghadapi razia, betul tidak?

Saya menganggap inilah buah ketergantungan kita, yang terlalu lama bergantung dengan software illegal. Karena ketidak-siapan dari toko komputer akhirnya mereka harus tutup selang beberapa waktu, padahal kalo mereka jauh-jauh hari telah familiar dengan solusi Free Open Source Software (FOSS) maka mereka tidak perlu takut lagi dengan hal seperti ini.

Masih mending warnet-warnet di sekitar tempat tinggalku, mereka hanya tutup beberapa hari untuk mempersiapkan migrasi, setelah migrasi selesai mereka buka seperti biasa. Malam ini saya coba ngenet di salah satu warnet yang berhasil migrasi, lumayan juga, mereka memakai Ubuntu 7.04 di client dan Indobilling untuk billing warnet nya. Kadang untuk bisa memang perlu untuk dipaksa… Sweeping seperti sekarang inilah yang saya nanti-nantikan supaya FOSS lebih merakyat dan ketergantungan terhadap propertiary software dapat dikurangi… Selamat menempuh hidup baru! [The Indiebrainer]

2 responses so far

Aug 03 2007

Laporan Seminar Open Source untuk Pendidikan di UNISSULA

Demi Haki, harga diri bangsa tergadaikan, kalimat tersebut sangat cocok untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini. Semenjak diberlakukannya Undang-Undang Haki Tahun 2003 maka penggunaan, penyebarluasan dan perdagangan software komputer ilegal dapat dikenai sangsi hukum. Karena itulah banyak pihak, mulai dari kantor pemerintahan, BUMN dan perusahaan swasta serta institusi pendidikan melakukan belanja software legal untuk mematuhi Undang-Undang Haki. Ternyata, dari proses belanja (lisensi) dan biaya berlangganan software tersebut, milyaran rupiah tersedot keluar negeri setiap tahunnya. Hal ini merupakan dampak dari ketergantungan sebagian besar rakyat Indonesia terhadap software berbayar mulai dari sistem operasi, pengolah kata, spreadsheet, aplikasi presentasi, desain grafis dan lain sebagainya.

Seminar Open Source

Padahal kalau kita mau mencari dan belajar, di dunia maya (Internet) terdapat banyak sekali solusi software bebas lisensi yang sengaja disebarluaskan secara gratis, hal ini tentu saja akan banyak membantu menyelamatkan milyaran rupiah agar tidak terbang ke negeri seberang. Namun tampaknya sebagian besar dari pengguna komputer belum mengetahui tentang solusi tersebut. Untuk itu pada hari Rabu, tanggal 25 Juli 2007, Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang mengadakan sebuah seminar bertajuk “Pemanfaatan Software Open Source untuk Dunia Pendidikan”. Acara yang dihadiri oleh sekitar seratus lima puluh peserta yang terdiri dari para guru dan siswa (SMP, SMU dan SMK) se-Kodya Semarang, mahasiswa, dan anggota komunitas Linux ini bertujuan untuk mensosialisasikan solusi software bebas dan berkode sumber terbuka yang disebut sebagai FOSS (Free Open Source Software) di lingkungan pendidikan. Karena sifatnya yang bebas dan berkode sumber terbuka, maka software ini dapat dikembangkan kembali dan dirubah kode programnya untuk disesuaikan dengan kebutuhan

Continue Reading »

3 responses so far

Jul 31 2007

SULAX | Edukasi, Distribusi Linux Live untuk Pendidikan TIK

Saat ini belajar Linux bukan lagi hal yang sulit. Untuk berkenalan dan mengeksplorasi Linux, Anda tidak perlu lagi berpusing-ria dengan masalah instalasi. Hanya perlu sebuah CD SULAX | Edukasi, kemudian lakukanlah pengaturan pada BIOS di komputer agar melakukan proses booting pertama kali dari drive CD/DVD-ROM, selanjutnya SULAX | Edukasi siap digunakan.

Komunitas DOS (Dakwah Open Source), Teknik Informatika UNISSULA (Universitas Islam Sultan Agung) Semarang mempersembahkan sebuah distribusi Linux Live CD bernama SULAX (Sultan Agung Linux) versi Edukasi yang secara khusus ditujukan untuk dunia pendidikan.

Komunitas DOS dan SULAX (Sultan Agung Linux) nya merupakan usaha dari Teknik Informatika UNISSULA dalam mensukseskan program UGOS (UNISSULA Goes Open Source) yakni sebuah gerakan untuk mensosialisasikan penggunaan FOSS (Free Open Source Software) di lingkungan kampus UNISSULA.

SULAX | Edukasi berisikan paket aplikasi lengkap yang GRATIS dan berkode sumber terbuka (Open Source) untuk mendukung proses pembelajaran universitas dan sekolah. SULAX | Edukasi didesain khusus untuk memuat banyak paket aplikasi berguna, sehingga pengguna memperoleh banyak manfaat dari sebuah CD saja.

SULAX | Edukasi merupakan pengembangan lanjutan dari distribusi Linux Live CD bernama SLAX (http://www.slax.org), yang berbasiskan distribusi Slackware. Dengan berbasiskan SLAX, maka SULAX | Edukasi memiliki waktu booting yang relatif lebih cepat dibandingkan distribusi Live CD lainnya.

SULAX | Edukasi menggunakan window manager KDE yang terkenal akan keindahan tampilan desktopnya, selain itu SULAX | Edukasi telah dilengkapi dengan fasilitas pengaturan jaringan (Networking) kabel dan nirkabel yang begitu memudahkan pengguna, sehingga dengan distribusi ini para pengguna dapat terhubung ke Internet dengan mudah. Dengan distribusi ini proses pendidikan dan eksplorasi GNU/Linux dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dengan spesifikasi komputer apa saja. Free to Learn, with SULAX | Edukasi..!

SULAX | Edukasi berisi paket aplikasi :

  • OpenOffice.org (Aplikasi Perkantoran, pengganti MS. Office berisi aplikasi pengolah kata, spreadsheet, dan presentasi)
  • Gambas (Pemrograman dektop dengan bahasa yang mirip dengan Visual Basic di Windows)
  • Borland Kylix (Pemrograman desktop dengan bahasa Pascal dan Delphi)
  • GanttProject (Aplikasi Manajemen Proyek, seperti Primavera dan MS. Project)
  • NVU (Aplikasi Editor Web, mirip dengan Macromedia Dreamweaver dan MS. Frontpage)
  • QCAD (Aplikasi CAD, seperti AutoCAD di Windows)
  • KCHMViewer (Pembuka File Help/Pertolongan)
  • Kalculator (Kalkulator Scientific)
  • Acroread (Pembaca File PDF)
  • GCC (Kompiler Pemrograman Bahasa C)
  • G++ (Kompiler Pemrograman Bahasa C++)
  • R-Project (Aplikasi statistik, seperti SPSS)
  • Kdissert (Aplikasi Mindmapping)
  • Kicad (Aplikasi pembuat layout PCB)
  • GIMPShop (Aplikasi Pengolah Gambar, seperti Adobe Photoshop)
  • Sodipodi (Aplikasi Penggambar Vektor, seperti CorelDRAW)
  • Dia (Aplikasi Pembuat Diagram, seperti MS. Visio)
  • Gxine (Aplikasi Pemutar Video, seperti MediaPlayer)
  • RealPlayer (Aplikasi Pemutar Video *.ram)
  • KTorrent (Torrent Client)
  • Pidgin (Aplikasi Chatting dan VOIP)
  • Scribus (Aplikasi Dektop Publisher, seperti Adobe InDesign)
  • Scilab (Aplikasi Perhitungan Numerik, padanan Mathlab di Windows)
  • Blender (Aplikasi Modelling dan Animasi 3 Dimensi, seperti 3D StudioMAX)

    … dan banyak aplikasi lainnya

Saat ini SULAX | Edukasi sedang dikembangkan sebagai distribusi standar untuk mata kuliah IT-Literacy, yaitu mata kuliah wajib bagi mahasiswa UNISSULA, tentang pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Mata kuliah ini diselenggarakan oleh UPT Komputer dan Teledukasi UNISSULA. Komunitas juga bekerja sama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Kandatel Semarang dalam memperbanyak dan mensosialisasikan SULAX | Edukasi di tengah komunitas edukasi.

Semua tentang pengembangan SULAX dapat ditemukan di http://www.dakwahopensource.org Berbagai pertanyaan seputar distribusi SULAX (Sultan Agung Linux) dapat dikirimkan melalui alamat email : info@dakwahopensource.org atau langsung menghubungi Komunitas Dakwah Open Source (DOS) di Gedung Fakultas Teknologi Industri Lt.2 Telp. 024-6583584 ext 354. 

One response so far

Jun 15 2007

Kenapa Kami Harus Bermigrasi? Bikin Repot Aja!, UGOS (UNISSULA Goes Open Source) Mimpi Kali Yeeee….

Ya, ungkapan diatas memang sering menghinggapi pemikiran penulis ketika memutuskan berniat untuk mengusung gerakan UGOS (UNISSULA Goes Open Source) di lingkungan kampus tempat bekerja. Jangan-jangan karena ketidak-tahuan mereka, gerakan ini akan dicibir dan dimusuhi, dikirannya kami hanya cari sensasi dan kurang kerjaan. Ah, fikiran tersebut sebaiknya penulis singkirkan saja, mengingat banyak juga pihak yang mendukung setelah mendapat penjelasan dari penulis.

Sedikit gambaran mengenai kampus kami, kampus UNISSULA (Universitas Islam Sultan Agung) Semarang didirikan oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung. Setiap tahunnya UNISSULA mendapat suntikan dana investasi puluhan juta rupiah untuk membayar lisensi sistem operasi dan beberapa aplikasi propertiary (dalam kerjasama Microsoft Campus Agreement – MSCA). Beberapa tahun yang lalu kami memutuskan untuk menjalin kerjasama ini dikarenakan keinginan dari pihak kampus untuk melegalkan sistem operasi dan aplikasi perkantoran yang dipakai oleh sebagian besar keluarga besar kampus ini. Bukan itu saja, harapan kami setelah menjalin kerjasama ini kami akan mendapatkan ”nilai lebih” atas aplikasi yang kami beli. Artinya pihak Microsoft akan mengadakan kegiatan-kegiatan yang akan meningkatkan pengetahuan pihak kampus akan aplikasi-aplikasi yang dibeli. Belum lagi keinginan kami untuk lebih dekat dengan team support Microsoft supaya mudah untuk mendapatkan dukungan teknis apabila mendapati kendala dalam aplikasi. Namun kesemua diatas itu hanyalah utopia belaka, tak ada nilai lebih, tak ada support (kami pun belum pernah menelepon Microsoft untuk meminta bantuan), kami hanyalah menerima kiriman CD-CD aplikasi saja, tidak lebih dari itu.

Continue Reading »

7 responses so far

Next »