Apr
21
2008
Membangun laboratorium komputer untuk sekolah tentu saja harus mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya : biaya pengadaan, biaya operasional serta pemeliharaan. Model laboratorium yang ada biasanya memanfaatkan banyak PC yang terkoneksi dalam jaringan. Konsumsi listrik dan biaya pengadaan hardware plus software menjadi pertimbangan penting bagi sekolah….
Nah, waktu browsing di Internet saya menemukan solusi ini, Ncomputing namanya. Dengan konsep Multi User Computing, ncomputing akan mengubah cara kita menggunakan. Ncomputing bisa memperbanyak sampai 10-30 pemakai dari 1 PC; Cocok untuk berbagai macam aplikasi dari small to medium size business, enterprise dan home markets.
Ncomputing adalah terminal pertama di dunia yang tidak membutuhkan CPU, hard-drive, atau CD-ROM dan dapat dipergunakan sama seperti PC biasa. Dengan Ncomputing exclusive UTMA (Ultra Thin Multi-Access) teknologi, Ncomputing dapat meng-ekspansi PC anda sampai 10 terminal komputer. (sampai 30 dengan Windows Server 2003 atau 2000 Server. Unlimited terminals dengan operating sistem Linux tertentu).

Kelebihan dari sistem ini adalah :
- Komputasi berbasis server dengan multi-user dan berbiaya rendah. Berbagi-pakai satu host PC ke maksimum 30 user secara simultan.
- Meminimalisasi upgrade hardware yang mahal secara berkala — cukup lakukan upgrade pada host PC Anda.
- Tidak memerlukan maintenance secara hardware pada OfficeStation, hanya ada software upgrade pada host PC jika ada versi yang lebih baru dari NComputing.
- Kompatibel dengan semua aplikasi berbasis Windows. (game 3D dan program rendering video tidak disarankan digunakan dengan OfficeStation)
- Desain yang cukup kecil - dapat menghemat menempatan (space saving).
- Akses yang cepat dan aman ke PC Anda di kantor atau rumah dari manapun, termasuk via Internet.
- Plug and Play — segala sesuatu yang diperlukan telah disediakan; tidak ada tambahan software apapun.
- Tidak menimbulkan suara berisik dan hemat listrik. (hanya 5 watt saja)
- Mendukung tampilan resolusi tinggi: 640 x 480, 800 x 600, 1024 x 768, 1280 x 1024, 16 bit (65,536 warna).
- Dapat dikonfigurasi untuk koneksi wireless dengan tambahan 802.11g wireless router dan bridge.
Informasi Terkait :
Mar
24
2008
Setahun yang lalu, saya pernah mengembangkan sebuah blog komunitas pendidikan yang beralamat di http://www.blogpendidikan.com, namun saat ini blog tersebut mangkrak alias nganggur plus ngga online lagi :). Web yang dibangun atas sponsor PT. Telkom Kandatel Semarang ini sebenarnya begitu potensial untuk menyatukan informasi seputar pendidikan yang ada di Indonesia.
Kenapa jadi mangkrak (tidak terurus)? Jawabannya adalah : Pertama, Kunci dari keaktifan blog adalah partisipasi dan interaksi antar penggunanya, nah problem kita adalah tidak secara kontinyu menjaring pengguna sehingga tidak banyak pengguna yang berkontribusi aktif di dalamnya.
Continue Reading »
Mar
10
2008
Saya selalu ingin mengumpulkan informasi dengan tag “keterbatasan” dan ”murah”, ya karena kondisi inilah yang berlaku dan cocok di negara ini. Pendidikan di Indonesia membutuhkan sesuatu yang murah agar penerapan ICT (Information dan Communication Technology) dalam pembelajaran dapat terlaksana, bukan sesuatu yang mahal, sulit digunakan, eksklusif dan mentereng :). Kali ini giliran saya untuk mengumpulkan informasi mengenai notebook/laptop murah. Penggunaan laptop baru berharga murah, yang notobene menggunakan daya rendah dalam konsumsi listriknya diramalkan akan menggeser penggunakan PC (Personal Computer) rakitan atau PC bekas yang menggunakan daya listrik tinggi.
Konsumsi listrik memang menjadi isu sentral, karena berpengaruh pada biaya operasional pendidikan/sekolah. Bayangkan saja untuk membuat sebuah laboratorium komputer dengan sepuluh buah PC didalamnya akan membutuhkan daya lebih dari 2000 watt, bisa dibayangkan berapa jumlah tagihan listrik sekolah yang harus dibayar tiap bulannya?. Padahal dengan menggunakan laptop/notebook konsumsi daya yang dibutuhkan per unitnya adalah 70 watt, kalau dikali 10 maka total konsumsi sekitar 700 watt, plus kalau di dalam lab memakai LCD proyektor yang 250 watt maka keseluruhan konsumsi listrik yang dibutuhkan hanyalah 950 watt, sangat jauh bukan?.
Untuk itu kami menyajikan beberapa pilihan tipe notebook/laptop murah untuk Anda pembaca setia The Indiebrainer :). Kategori laptop/notebook murah yang dimaksud adalah berharga kurang dari 5 juta rupiah. Diantaranya adalah : Zyrex Anoa, Zyrex Ubud, Asus EeePC, dan Byon M3311 G/C-W.
Continue Reading »
Mar
06
2008
Sudah beberapa hari ini saya menggunakan layanan Telkomsel FLASH beserta USB modem Huawei yang disertakan dalam paket langganannya. Memang sudah lama saya menggunakan layanan koneksi internet mobile, sebelumnya saya menggunakan handphone CDMA Nokia dengan layanan Jagoan dari Indosat StarOne untuk berkoneksi di rumah. Namun, akhir-akhir ini keadaan berubah, saya membutuhkan koneksi Internet dimanapun saya berada di seluruh wilayah di Jawa Tengah.

Koneksi Internet tersebut saya gunakan untuk berkoordinasi dengan kantor di Semarang via YM dan Email. Saya juga gunakan koneksi tersebut untuk menunjang kegiatan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk para Guru di Jawa Tengah. Kemarin hari Sabtu saya pertama kali menggunakan layanan ini di pelatihan pembelajaran aktif dengan ICT di Kudus, kebetulan materinya Pengenalan Internet untuk Mencari Sumber Belajar. Lumayan juga, meski hanya menggunakan layanan GPRS (sinyal 3G di lokasi tidak ada) hal ini sangat membantu saya. Terus Berkarya!
Mar
06
2008
Telat juga sebenarnya menulis tentang ini
Beberapa waktu yang lalu saya dan mahasiswa berlomba-lomba membuat proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Tahun 2008. Hasilnya di tingkat Jurusan, kami berhasil mengirimkan lebih dari satu proposal, ada yang sifatnya pengembangan software, pengabdian masyarakat dan kewirausahaan IT. Nah, salah satu proposal bimbingan saya ternyata lolos yaitu tentang kewirausahaan TI.
Kami memilih tema tersebut karena masing jarang diikuti, jadi harapannya sih bisa keterima. Alhamdulillan doa tersebut akhirnya terjawab juga. Judul proposal PKM tersebut adalah : Jasa Dukungan Teknis dan Penyediaan Aplikasi Komputer Berbasis Open Source untuk Instansi, Usaha Kecil dan Indivindu sebagai Upaya Mengurangi Penggunaan Aplikasi Ilegal. Anggota kelompok yang terlibat didalamnya adalah : Siva Zainuddin dan Sidah Mufidah. Kedua mahasiswa anggota diatas adalah para aktivis komunitas Dakwah Open Source (DOS) Jurusan Teknik Informatika, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Selamat Berkarya Mahasiswaku!
Untuk melihat pengumuman PKM 2008 silahkan download dokumennya disini [Pengumuman-PKM-2008.XLS].
Mar
04
2008
Saya biasanya memberikan ujian akhir semester tidak dalam format ujian tertulis, karena saya tidak terlalu suka memberikan ujian dalam format ini. Menurut saya format ujian tertulis bukan menggambarkan situasi sebenarnya dalam lingkungan kerja. Dengan format ujian tertulis dan tutup buku, tentunya hanya akan menuntut mereka untuk selalu menghapal bukan memahami, menganalisa dan mengevaluasi. Saya lebih senang memberikan ujian akhir dalam format proyek kelompok. Dalam format seperti ini mereka akan berlatih menyelesaikan sebuah persoalan (yang diskenariokan) dalam kelompok, dimana masing-masing anggota kelompok akan mendapat peran masing-masing. Lalu hasil pengembangan proyek harus dipresentasikan di depan kelas untuk mendapatkan evaluasi dari kelompok yang lain.

Gambar : Game Campuz Soccer karya Shiva dkk.
Belajar kolaboratif seperti ini membuat mereka dapat belajar dari sesama anggota kelompok yang memiliki pengetahuan lebih. Disamping itu dinamika kerja kelompok akan melatih mereka untuk bekerja sama dan mengatur peran individual. Posisi dosen juga bukan sebagai satu-satunya sumber belajar yang paling valid, melainkan hanya menjadi fasilitator dalam membimbing dan mengarahkan para mahasiswa untuk belajar dalam artian pembelajaran menjadi berpusat pada siswa bukan berpusat pada dosen.
Continue Reading »
Mar
04
2008
Pada tanggal 25-28 Februari 2008 kemarin, saya berkesempatan mengikuti pelatihan “Designing Active Learning with ICT” atau DALI yang diselenggarakan oleh DBE2 USAID Indonesia. Workshop ini berlangsung di Hotel Quality, Makassar, Sulawesi Selatan dan dihadiri oleh para fasilitator tingkat propinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak David Erhmann (Provincial Coordinator DBE2 South Sulawesi), hadir pula Bapak Dr. Arief S. Sadiman, MSc (Open University/ICT Advisor DBE2 Indonesia) mewakili kantor pusat DBE2. Pemateri workshop adalah Ibu Mary Burns, Senior Technology Specialist EDC (Education Development Center) USA.

Gambar : Foto bersama setelah pelaksanaan workshop
Workshop ini bertujuan memberikan penyegaran dan penguatan akan keterampilan ICT para fasilitator tingkat provinsi, agar mereka memiliki rasa percaya diri yang lebih ketika melakukan roll-out dan pendampingan di lapangan. Materi yang disampaikan meliputi dasar penggunaan aplikasi komputer, kompetisi produksi konten multimedia, cara bertanya efektif, sistem penilaian menggunakan rubrik, berbagi pengalaman roll-out di propinsi dan pembuatan game/permainan dengan aplikasi PowerPoint.

Gambar : Menerima hadiah dari David Erhmann atas waktu tercepat menyelesaikan tantangan penggunaan komputer
Tak ada rasa capek ketika mengikuti pelatihan ini karena dikemas dalam pembelajaran aktif. Workshop ini sangat berguna bagi saya pribadi karena dapat langsung bertemu dengan Ibu Mary Burn yang begitu piawai dalam memberikan materi, tentunya dengan gaya/metode pembelajaran aktif. Selain itu, lewat workshop ini selain nantinya dapat kami terapkan di daerah binaan, saya mendapat inspirasi untuk mendesain model pembelajaran aktif dalam perkuliahan saya (di Teknik Informatika, UNISSULA Semarang).
Feb
03
2008
Di sela-sela kesibukan berkeliling memberikan pelatihan ICT saya masih menyempatkan diri untuk menulis dan mengedit buku yang rencananya akan diterbitkan sebagai e-book (buku elektronik) lewat blog ini. Ada 2 (dua) buku yang rencananya akan terbit, yaitu :
- Panduan Produksi Video Pembelajaran Interaktif. Buku yang saya tulis ini akan memaparkan tentang bagaimana caranya untuk menulis skenario sederhana, melakukan pengambilan gambar (shooting) dan proses editing video
- Buku kedua adalah Panduan Workshop Pembelajaran Aktif Menggunakan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), buku pedoman untuk fasilitator pelatihan ini ditujukan bagi sekolah, guru maupun khalayak umum yang ingin menerapkan TIK dalam kelas untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar. Buku ini bukan hasil tulisan saya pribadi melainkan hasil penulisan bersama Tim ICT DBE2 USAID Indonesia yang dipandu oleh ibu Marry Burn (Education Technology Specialist dari Education Development Center, USA), kebetulan pihak DBE2 USAID Indonesia berniat untuk membagikan buku ini secara gratis lewat Internet sesuai dengan arahan bapak Tom Chesney (Public Private Alliance, DBE2 Jakarta).
Semoga dalam waktu dekat kedua buku tersebut dapat segera terbit. Semoga dapat menjadi sumbangsih berharga bagi dunia pendidikan. Tunggu tanggal mainnya! 