Archive for the 'Just For Fun' Category

Apr 01 2008

Orang Indonesia Lebih Senang Menggunakan Kata E-Learning Dibanding eLearning

Lho kok bisa? :) Saya hanya mencoba menggunakan layanan Google Trends untuk membuktikan hal ini. Caranya? ketikkan kata e-learning dan elearning, pisahkan kedua kata tersebut dengan koma (e-learning,elearning). Kemudian klik tombol Search Trends. Maka akan tampil hasil analisa tren berdasarkan waktu dan wilayah. Google Trend memang ditujukan untuk melihat tren penggunaan keyword atau kata kunci dalam pencarian di mesin pencari Google.Com.

Continue Reading »

No responses yet

Mar 04 2008

Membuat Game Komputer dalam Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Teknologi Multimedia

Saya biasanya memberikan ujian akhir semester tidak dalam format ujian tertulis, karena saya tidak terlalu suka memberikan ujian dalam format ini. Menurut saya format ujian tertulis bukan menggambarkan situasi sebenarnya dalam lingkungan kerja. Dengan format ujian tertulis dan tutup buku, tentunya hanya akan menuntut mereka untuk selalu menghapal bukan memahami, menganalisa dan mengevaluasi. Saya lebih senang memberikan ujian akhir dalam format proyek kelompok. Dalam format seperti ini mereka akan berlatih menyelesaikan sebuah persoalan (yang diskenariokan) dalam kelompok, dimana masing-masing anggota kelompok akan mendapat peran masing-masing. Lalu hasil pengembangan proyek harus dipresentasikan di depan kelas untuk mendapatkan evaluasi dari kelompok yang lain.

Game1
Gambar : Game Campuz Soccer karya Shiva dkk.

Belajar kolaboratif seperti ini membuat mereka dapat belajar dari sesama anggota kelompok yang memiliki pengetahuan lebih. Disamping itu dinamika kerja kelompok akan melatih mereka untuk bekerja sama dan mengatur peran individual. Posisi dosen juga bukan sebagai satu-satunya sumber belajar yang paling valid, melainkan hanya menjadi fasilitator dalam membimbing dan mengarahkan para mahasiswa untuk belajar dalam artian pembelajaran menjadi berpusat pada siswa bukan berpusat pada dosen.

Continue Reading »

No responses yet

Jan 22 2008

Sensasi Kerak Telor di Simpang Lima

Angkring Kerak Telor 

Pernah dengar Kerak Telor? Yah itulah salah satu makanan khas kota Betawi alias Jakarta. Saya sendiri belum pernah merasakan enaknya makanan khas Jakarta ini. Nah, pas jalan-jalan ke Simpang Lima di kota saya tercinta Semarang, mata saya tertuju pada dua angkring pedagang Kerak Telor yang mangkal di depan E-Plaza. Setelah mengitari Simpang Lima satu kali putaran :), kami sekeluarga berkeinginan untuk mencoba hidangan khas tersebut.

Continue Reading »

2 responses so far

Jan 22 2008

Harus Jago untuk Bisa Gunakan Handphone Ini

Hape Babe

Pengalaman menarik saya dapatkan minggu lalu ketika ayah mertua saya meminta saya untuk membuka SMS yang diterima di handphone beliau. Karena sedang konsen menyetir mobil, beliau menyerahkan handphone nya kepada saya yang kebetulan berada tepat disampingnya untuk membacakan pesan yang ada pada SMS tersebut. Saya terperanjat ketika melihat keypad handphone beliau tidak ada hurufnya! Ha..ha..ha… :) Berikutnya saya sangat kebingungan ketika beliau meminta saya untuk membalas SMS tersebut. Terang aja saya bingung karena ngga begitu hapal dengan keypad handphone tersebut. Akhirnya dengan penuh daya upaya bisa juga membuat balasan pesan…. Puihhh.. Gila man! Berarti ayah mertua saya hapal banget yaaa? Bagaimana dengan Anda?

3 responses so far

Aug 29 2007

Provokator Teknologi, Bertugas Mem”bumi”kan Teknologi

Beberapa tahun yang lalu gaung teknologi Internet, Wireless Networking, VOIP dan GNU/Linux belumlah apa-apa tanpa campur tangan para provokator teknologi seperti Onno W. Purbo (juga teman-teman yang lain) dan berbagai Yayasan yang begitu konsen mensosialisasikan dan memperkenalkan teknologi tersebut ke masyarakat. Saat ini setiap orang dapat menikmati dan menggunakan teknologi diatas berkat kegigihan para provokator tersebut. Mereka (para provokator teknologi) rela turun ke lapangan, bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan ilmu, memberi materi, menjawab berbagai pertanyaan dan senantiasa mencari alternatif-alternatif teknologi agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Tanpa provokator teknologi, maka teknologi yang telah dibuat hanya akan tersimpan dan diketahui oleh orang-orang “langit” saja, alias orang yang memang berkecimpung di bidang tersebut. Teknologi yang telah dihasilkan membutuhkan provokator teknologi agar “membumi” alias menjadi milik orang “bumi”, agar diaplikasikan dan dapat digunakan oleh mereka-mereka.

Anda ingin bergabung menjadi “provokator teknologi”, bisa saja! yang penting memiliki komitmen dan konsistensi. Komitmen untuk menyebarkan ilmu demi kepentingan masyarakat dan konsistensi dalam bidang keilmuan. Tak perlu harus berasal dari background Teknologi Informasi, namun Anda harus benar-benar faham tentang keilmuan yang “provokatori” biar ngga “ngisin-ngisini”. Juga harus diingat bahwa ketika berbicara dengan audience nantinya, kita harus menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka, jangan sampai mereka jadi tambah pusing ketika menerima materi dari Anda. Lain ketika Anda berbicara dengan sama-sama orang langit, berbicara dengan bahasa langit, ya…no problem, tapi ketika berbicara dengan orang “bumi” kita harus membiasakan diri menggunakan istilah-istilah yang umum bahkan perumpamaan-perumpamaan ringan.

Jangan takut dicibir! Jangan mudah menyerah! Teruslah berprovokasi! itulah spirit provokator teknologi…. Nantinya ketika Anda berprovokasi akan ada cibiran dari orang-orang “langit” bahwa yang Anda provokasikan adalah hal yang sepele dan gampang.. Untuk menghadapi hal ini tenang saja.. Lakukan terus tugas Anda karena kerja ini lebih mulia dibanding menyembunyikan apa yang dimiliki tanpa mau berbagi dengan yang lain…

Pilih banyak media untuk menyebarkan provokasi Anda, bisa menggunakan Blog, Membuat E-Book, dan Media Massa. Kemudian jalin kerjasama dengan banyak pihak yang dapat mendukung kerja Anda, seperti perusahaan telekomunikasi, komputer dan lainnya. Kerjasama ini diperlukan untuk memperoleh berbagai bantuan sehingga Anda tidak perlu mengerjakan semuanya sendiri. Selamat ber-provokasi!, kami menunggu provokator-provokator teknologi baru! [The Indiebrainer]

3 responses so far

Aug 06 2007

Sweeping, Kenapa Harus Tutup?

Siang tadi saya berniat untuk membeli kipas prosesor merek ThermalTake, namun malang menjemput, tidak ada satupun toko komputer buka. Akhirnya dengan tangan hampa saya pulang tanpa hasil. Nanya ke temen-temen yang punya bisnis toko komputer, ternyata sampai tanggal 15 Agustus mereka tidak berani buka dan berjualan, dikarenakan adanya sweeping dari pihak kepolisian. Hah? Kenapa mesti tutup? pertanyaan itu yang langsung hinggap di otakku.

Padahal seingatku, teman yang punya toko komputer pernah cerita bahwa tiap bulannya dia selalu ditarik “upeti”, yang katanya untuk uang keamanan agar tidak kena razia software ilegal. Upeti itu katanya disetorkan ke Polsek, Polres dan Polda, yang besarannya mencapai 500 ribuan sebulannya. Tapi kenapa saat ini mereka masih merasa takut? Kalo sudah bayar upeti mestinya mereka tidak harus takut menghadapi razia, betul tidak?

Saya menganggap inilah buah ketergantungan kita, yang terlalu lama bergantung dengan software illegal. Karena ketidak-siapan dari toko komputer akhirnya mereka harus tutup selang beberapa waktu, padahal kalo mereka jauh-jauh hari telah familiar dengan solusi Free Open Source Software (FOSS) maka mereka tidak perlu takut lagi dengan hal seperti ini.

Masih mending warnet-warnet di sekitar tempat tinggalku, mereka hanya tutup beberapa hari untuk mempersiapkan migrasi, setelah migrasi selesai mereka buka seperti biasa. Malam ini saya coba ngenet di salah satu warnet yang berhasil migrasi, lumayan juga, mereka memakai Ubuntu 7.04 di client dan Indobilling untuk billing warnet nya. Kadang untuk bisa memang perlu untuk dipaksa… Sweeping seperti sekarang inilah yang saya nanti-nantikan supaya FOSS lebih merakyat dan ketergantungan terhadap propertiary software dapat dikurangi… Selamat menempuh hidup baru! [The Indiebrainer]

2 responses so far

Mar 15 2007

Nonton Empat Mata dan Tukul Arwana di Internet

Published by gora under Diary, Just For Fun

Beberapa waktu yang lalu, dalam salah satu episode di acara Empat Mata (penulis lupa tanggalnya), artis wanita Indonesia yang menjadi bintang tamu di acara tersebut, Febby Febiola mengungkapkan bahwa banyak penggemar Empat Mata yang berasal dari luar negeri, mereka sering menonton acara ini di Internet, yaitu lewat situs video hosting “YouTube.Com“.

YouTube.Com memang layanan video hosting yang paling populer digunakan oleh para vlogger untuk menyimpan dan berbagi video di jagat maya. Seorang vlogger dengan user name “barrock81″ telah berbaik hati mengupload video tayangan Empat Mata di layanan video hosting ini. Dalam user aggreement YouTube disebutkan bahwa konten yang di-upload tidak boleh melanggar hak cipta, tetapi dibalik itu semua, dengan di-uploadnya video Empat Mata di Internet seharusnya pihak Trans-7 berterima kasih kepada vlogger yang meng-uploadnya. Silahkan lihat komentar yang diberikan di tiap episode di YouTube, sangat meriah sambutan dari para pecinta Empat Mata di luar negeri.

Untuk melihat tayangan video Empat Mata, silahkan klik disini. Namun jangan harap Anda dapat melihat keseluruhan tayangan per-episode yang ada, karena YouTube membatasi durasi video yang di-upload. Jadi untuk melihat tayangan yang lengkap kayaknya media televisi menjadi satu-satunya pilihan. Baik, kembali ke laptop! [The Indiebrainer]

9 responses so far

Jan 08 2007

Seberapa SuperHero-kah Anda?

Published by gora under Blogging, Creative Idea, Games, Just For Fun

Anda patut mencoba Super Hero Personality Test dari http://www.thesuperheroquiz.com untuk mengukur seberapa super hero-kah Anda. Hasil test menunjukkan bahwa The Indiebrainer lebih menyerupai Superman, kalo Anda? Jangan lupa sampaikan hasilnya ke kami lewat fasilitas komentar yaa…? [The Indiebrainer]

Super Hero

6 responses so far