Asus EeePC bersanding bersama Compaq Presario V3000
Malam tadi (11/02/2008) saat saya berkunjung ke BK Komputer (Jl. Satrio Wibowo, Tlogosari, Semarang), saya melihat ada Asus EeePC yang dipajang di depan toko mereka. Kebetulan saat itu saya kesana bertujuan untuk mengklarifikasi tentang Laptop Axioo saya yang hilang saat direparasi di Axioo Service Center, Surabaya. Ceritanya akibat ada sweeping di sana atau karena kelalaian salah seorang staff, notebook Axioo saya yang rusak akibat motherboard terbakar itu hilang entah dimana. Tanpa panjang lebar saya minta ganti saja dengan Asus EeePC seharga 4 juta rupiah, meskipun saya harus nambah biaya sekitar 2 jutaan (ngga pa pa lah.. yang penting dapat barang impian).
EeePC barusan dilepas dari kardusnya
Langsung saja EeePC ini saya bawa pulang. Tipe EeePC berwarna hitam ini adalah Surf 4G, dengan spesifikasi sebagai berikut :
Lumayan lah… dapat gadget baru yang begitu ringkas dan ringan untuk dibawa presentasi kemana-mana. Untungnya dalam EeePC ini terdapat port VGA out sehingga mampu untuk dicolokkan ke LCD Proyektor ketika presentasi. Saya masih akan terus mengeksplorasi gadget ini…. Terima kasih Mas Kadar (pemilik BK Komputer, meski agak mahal, but it’s ok! yang penting dapat barang impian) Tunggu kabar selanjutnya!
Kebetulan saya dapat mainan baru lagi, sebuah handphone Nokia N70 series yang punya kemampuan 3G. Sengaja saya beli handphone ini karena ingin mengeksplorasi lebih jauh tentang teknologi ini, khususnya dalam pemanfaatan untuk menunjang proses pendidikan dan pembelajaran. Teknologi 3G saat ini masih banyak digunakan hanya sebagai penyedia akses internet dan data saja. Namun saya begitu apatis dengan teknologi ini setelah melihat sendiri bagaimana kinerja teknologi ini. Bagaimana tidak, ketika membawa handphone ini keliling kota, saya hanya melihat adanya sinyal 3G di jalan-jalan protokol kota ini belum sampai ke pelosok-pelosok kota Semarang. Hal ini berbanding terbalik dengan sinyal CDMA yang biasa saya gunakan untuk berkoneksi internet.
Saya juga mencoba layanan video streaming yang disajikan oleh layanan 3G Telkomsel, hasilnya ternyata kurang memuaskan, masih banyak terjadi delay, dan kualitas gambarnya tidak begitu bagus (yah, tergantung sinyal juga sih…). Pada intinya saya masih belum dapat berharap banyak kepada teknologi ini, mungkin sejalan dengan waktu teknologi ini akan terus mengembangkan dirinya sejalan dengan pertumbuhan konten yang lewat didalamnya… Semoga!
Dengar dari teman-teman kok katanya time based-nya Starone dah running dari dulu (wakaka…. ternyata saya ketinggalan jaman yaa?). Iseng-iseng saya beli lagi kartu perdana pra bayar Starone Jagoan yang harganya 11.000. Setelah diaktifkan maka saya telepon Customer Servicenya melalui nomor yang tertera di bungkus kartu dan bertanya-tanya mengenai produk ini. Akhirnya semua pertanyaan terjawab sudah, sekarang tinggal mempraktekkannya. Berikut ini langkah-langkahnya :
Ketik REG TIME kirim SMS ke 799
Buat koneksi dial-up baru di Windows, dengan parameter isian, nomor dial = *777, username = starone, dan password = indosat.
Akses time based ini bertarif Rp. 111/menit, artinya untuk koneksi satu jam kita cuma butuh duit Rp.6660, ya lumayanlah daripada malam-malam harus ke Warnet. Untuk performa koneksi, sampai saat ini saya belum pernah mengalami kendala berarti dan kualitasnya oke punya di area rumah saya (Tlogosari, Semarang). Bagaimana dengan Anda? [The Indiebrainer]
Pagi ini (4/8/07) saya kaget waktu membaca harian Suara Merdeka, di halaman kedua terdapat berita tentang naskah asli lagu kebangsaan Indonesia Raya yang telah ditemukan di server Belanda. Lengkapnya seperti ini, diberitakan bahwa roy suryo berhasil menemukan pita seluoid asli berisikan rekaman dinyanyikannya lagu indonesia raya di bulan september 1944, yang selama ini tersimpan di sebuah perpustakaan di Leiden, Belanda. Berikut ini ucapan beliau “Selama ini yang kita ketahu (sic) hanya Indonesia Raya dalam satu stanza. Nah ini yang tiga stanza seperti lirik yang saya sampaikan,” tegas pakar telematika Roy Suryo, Jumat (3/8/2007) di warung Bakmi Kadin, Yogyakarta. Padahal kalo kita mau cari di Internet… ternyata video tersebut telah lama diupload di YouTube.Com, salah satu layanan video hosting di Internet.
Video tersebut ternyata telah 7 (tujuh) bulan lalu diupload oleh user yang bernama Arto4805. Melanjutkan dari beriya tersebut, lirik lagu dan gambaran suasana Indonesia zaman itu terekam dalam film seluloid asli yang dibuat pada bulan September 1944 (tahun Jepang 2604). Tiga bulan lalu, pria bernama asli KRMT Roy Suryo Notodiprojo, ini menemukan kembali seluloid rekaman asli itu di perpustakaan Leiden, Belanda. Yah, begitu dong Mas Roy, jangan kasus porno terus yang dibahas [The Indiebrainer]
Name : Winastwan Gora S.
Dosen Teknik Informatika UNISSULA Semarang, ICT Coordinator Decentralized Basic Education (DBE) 2 Province Central Java, penulis dan praktisi IT yang menetap di kota Semarang, Jawa Tengah. Email: gora [at] unissula.ac.id Cell: +6281-325085446 YM: indiebrainer