Dec
31
2008
“Fabiayyi aalaaa irobbikuma tukadzibaan” (maka nikmat Tuhanmu manakah yang akan kau dustakan? – QS. Ar-Rahman) – Sepantasnyalah manusia bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh-Nya
Alhamdulillah di tahun ini Allah S.W.T masih memberi kami sekeluarga begitu banyak nikmat. Salah bila kita sebagai umatnya melupakan untuk bersyukur atas karunia yang telah diberikan selama ini. Fabiayyi aalaaa irobbikuma tukadzibaan, maka nikmat Tuhanmu manakah yang akan kau dustakan? Ayat Al-Quran yang diulang sebanyak 30 (tiga puluh) kali dalam surat Ar-Rahman ini menandakan bahwa kepada-Nya lah kita seharusnya bergantung, dan senantiasa bersyukur atas semua nikmat yang tanpa sadar kita dapatkan.
Continue Reading »
Dec
25
2008
Kualitas inputan yang “beragam” dari perguruan tinggi swasta saat ini merupakan “tantangan” bagi institusi untuk tetap bergelut untuk memenuhi tuntutan kualitas output. Sebagai sebuah jurusan pada perguruan tinggi swasta apalagi belum terakreditasi, jelas sangatlah sulit untuk menetapkan kualitas standar inputan yang agak tinggi, apalagi persaingan perguruan tinggi swasta yang semakin ketat. Boro-boro dapat inputan mahasiswa berkualitas baik, ada mahasiswa yang mendaftar saja sudah bagus
Lantas bagaimana dengan kualitas inputan yang beragam tersebut, apakah apabila inputannya sampah maka akan keluar sebagai sampah pula? (Garbage In = Garbage Out) Saya pribadi kurang sependapat dengan pernyataan tersebut. Saya tidak mengganggap kualitas inputan yang beragam tersebut sebagai hambatan, namun menjadi sebuah tantangan bagi perguruan tinggi swasta yang merasakan hal serupa.
Continue Reading »
Nov
27
2008
Dalam beberapa perkuliahan, saya berusaha untuk menyisipkan materi kewirausahaan sebagai inisiatif membekali para mahasiswa dengan kemampuan soft skills. Pembekalan kemampuan wirausaha tersebut tidak terpisah menjadi mata perkuliahan sendiri, melainkan terintegrasi dengan mata kuliah yang ada. Lantas bagaimana mekanisme integrasinya? Biasanya dalam perkuliahan, saya skenariokan mereka berkelompok, lalu membagi peran, misalnya dalam mata kuliah e-Commerce, dimana mereka di skenariokan membuat sebuah perusahaan lalu mengembangkan arah usaha mereka dengan mengimplementasikan e-Commerce, salah satunya dengan membangun Online Store/Toko Online dan menjual barang dan jasa mereka lewat Internet.
Dalam kelompok tersebut masing-masing anggota kelompok memiliki perannya masing-masing. Terdapat banyak posisi peran yang disesuaikan dengan realitas dan tugas yang ada di perusahaan sesungguhnya. Misalnya CEO/Direktur yang bertugas memimpin dan mengkoordinasikan jalannya perusahaan, lalu Web Designer yang bertugas merancang tampilan toko online nantinya, serta peran-peran lain yang dapat dibuat sesuai dengan jumlah anggota kelompok.
Continue Reading »
Sep
12
2008
Saya sering mendengar teman-teman (khususnya yang berasal dari Jawa) berkata “Wah kreatif kamu!”, kemudian teman yang lain nyeletuk “Iya, Kere tur Aktif”, yang dalam bahasa Indonesianya “Iya, Miskin dan Aktif”.
Tapi ada benarnya juga yaa? Kata “Kere” (bahasa Jawa) diartikan sebagai Miskin, yang dapat diidentikkan dengan keterbatasan dan kekurangan. Karena keterbatasan dan kekurangan tersebut biasanya seseorang akan “aktif” mencari alternatif untuk menanggulangi keterbatasan ini…. meraka harus “aktif” untuk mengatasi keterbatasan yang ada… Bukankah demikian?
Aug
25
2008
“Pak Gora besok hari Selasa ada di Semarang? Kami berencana menyelenggarakan workshop e-learning di kampus kami, bapak bisa hadir memberikan materi?”
“Wah mohon maaf sekali, hari Senin sampai Jumat minggu depan saya berada di Jawa Timur untuk mengikuti Enhancement Training Intel Teach, bisa ngga acaranya diundur?”
Itulah sepenggal dialog saya dengan salah seorang teman dosen UNIMUS (Universitas Muhammadiyah Semarang) saat beliau meminta saya untuk mengisi workshop e-Learning (menggunakan Moodle) dan Microsoft Producer untuk Hibah INHERENT K-1 Tahun 2008 di kampus beliau. Dikarenakan saya harus mengikuti acara Enhancement Training Senior Trainer Intel Teach di Sidoarjo, Jawa Timur maka saya balik bertanya ke beliau apakah jadwal pelatihannya dapat diundur sepulang saya dari Jatim minggu depan. Namun kesempatan hanya dapat dipilih salah satu, penginnya sih dapat melakukan dua-duanya, alias mengambil semua kesempatan yang ada. Pasti Anda pun pernah mengalami hal seperti ini… kesempatan yang baik datang ketika anda telah mengambil kesempatan baik lainnya… Hanya satu kesempatan saja yang mampu kita ambil karena kita punya banyak keterbatasan dan waktu yang tidak mengijinkan… Beruntung ada salah satu mahasiswa saya, Sam, dialah yang nantinya membawakan workshop ini di UNIMUS… memang dia sudah beberapa kali ikut dalam workshop saya di luar kota.. Semoga sukses Sam! Selamat berlatih teman-teman!
Aug
05
2008
Perubahan jaman dan kemajuan teknologi telah merubah perilaku manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini berdampak pula pada proses pendidikan, dimana para pendidik harus pula mempersiapkan diri akan perubahan ini.
Di tempat kerja abad ke-21 para pekerja : Menganalisis, mengubah, dan menciptakan informasi. Mereka juga bekerjasama dengan rekan kerja untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan. Selain itu mereka mengerjakan berbagai macam tugas yang rumit dengan menggunakan teknologi canggih.
Sedangkan di rumah abad ke-21 para anggota keluarga : Menikmati hiburan dengan menonton, membuat, dan berpartisipasi dalam berbagai macam media. Mereka juga membuat keputusan untuk membeli sesuatu dengan cara mencari informasi di Internet. Dan mulai terbiasa saling berhubungan dengan teman dan anggota keluarga melalui berbagai macam teknologi (telepon, internet, handphone, dll).
Continue Reading »
Aug
04
2008
Beberapa waktu lalu, tepat pukul 09.45 pada tanggal 9 Juli 2008 handphone Nokia saya berbunyi, pertanda ada SMS yang masuk. Langsung saja saya membuka dan membacanya. Rasa kaget sekaligus penasaran mulai muncul ketika membaca SMS yang baru masuk tersebut, ternyata yang SMS adalah seorang yang mengaku sebagai Kabag TU Dinas Pendidikan bernama Drs. Sugito. Beliau meminta agar saya menelpon Kepada Depdiknas Jateng untuk klarifikasi seputar undangan acara Seminar Nasional dari Dikti. Karena membawa nama besar Kepada Depdiknas Propinsi, saya langsung percaya dan menelpon nomor yang diberikan via SMS tersebut.
Ternyata benar, telepon saya diterima oleh seorang pria yang mengaku sebagai Kepala Depdiknas Propinsi tersebut. Dari pria tersebut saya diberi tahu kalo saya mendapatkan undangan Seminar Pendidikan Nasional yang diselenggarakan oleh Dikti berlokasi di Jakarta. Dan yang mengundang tidak main-main, orang ini menyebutkan nama Fasli Jalal, dari Ditjen Dikti. Berikutnya si pria tersebut meminta saya untuk menelpon nomor yang nantinya akan diberikan via SMS untuk melakukan konfirmasi ke pak Fasli Jalal. Lalu saya diminta untuk menutup telpon dan menunggu SMS dari pria tadi.
Continue Reading »
May
20
2008
Saya sangat prihatin melihat banyak mahasiswa yang membuang waktu ketika masa aktif kuliah mereka. Main kesana kemari, menghabiskan waktu dengan bermain PS (Play Station) di kamar kos, pergi ke tempat-tempat yang menyenangkan… ahhhh…. bosan melihatnya. Saya sendiri sempat mengalami hal serupa di masa awal kuliah, namun lama-lama kebosanan mulai mampir, dalam benak saya berfikir apakah tidak ada hal lain yang lebih bermanfaat dan menghasilkan selain melakukan ini?
Continue Reading »