Dec
25
2008
Kualitas inputan yang “beragam” dari perguruan tinggi swasta saat ini merupakan “tantangan” bagi institusi untuk tetap bergelut untuk memenuhi tuntutan kualitas output. Sebagai sebuah jurusan pada perguruan tinggi swasta apalagi belum terakreditasi, jelas sangatlah sulit untuk menetapkan kualitas standar inputan yang agak tinggi, apalagi persaingan perguruan tinggi swasta yang semakin ketat. Boro-boro dapat inputan mahasiswa berkualitas baik, ada mahasiswa yang mendaftar saja sudah bagus
Lantas bagaimana dengan kualitas inputan yang beragam tersebut, apakah apabila inputannya sampah maka akan keluar sebagai sampah pula? (Garbage In = Garbage Out) Saya pribadi kurang sependapat dengan pernyataan tersebut. Saya tidak mengganggap kualitas inputan yang beragam tersebut sebagai hambatan, namun menjadi sebuah tantangan bagi perguruan tinggi swasta yang merasakan hal serupa.
Continue Reading »
Nov
27
2008
Dalam beberapa perkuliahan, saya berusaha untuk menyisipkan materi kewirausahaan sebagai inisiatif membekali para mahasiswa dengan kemampuan soft skills. Pembekalan kemampuan wirausaha tersebut tidak terpisah menjadi mata perkuliahan sendiri, melainkan terintegrasi dengan mata kuliah yang ada. Lantas bagaimana mekanisme integrasinya? Biasanya dalam perkuliahan, saya skenariokan mereka berkelompok, lalu membagi peran, misalnya dalam mata kuliah e-Commerce, dimana mereka di skenariokan membuat sebuah perusahaan lalu mengembangkan arah usaha mereka dengan mengimplementasikan e-Commerce, salah satunya dengan membangun Online Store/Toko Online dan menjual barang dan jasa mereka lewat Internet.
Dalam kelompok tersebut masing-masing anggota kelompok memiliki perannya masing-masing. Terdapat banyak posisi peran yang disesuaikan dengan realitas dan tugas yang ada di perusahaan sesungguhnya. Misalnya CEO/Direktur yang bertugas memimpin dan mengkoordinasikan jalannya perusahaan, lalu Web Designer yang bertugas merancang tampilan toko online nantinya, serta peran-peran lain yang dapat dibuat sesuai dengan jumlah anggota kelompok.
Continue Reading »
Nov
21
2008
Bujang Gaul : Mbah, kenapa sampai sekarang saya merasa belum cocok dengan pekerjaan saya?
Peramal : Le.. weton kamu khan Kamis Pahing, kamu ngga cocok kerja di air, pantesnya kamu kerja di darat
Bujang Gaul : Wah kalo gitu saya bisa ganti weton ngga Mbah?
Peramal : ???? (Sang peramal kemudian berpikir sejenak)
Bujang Gaul : Gimana Mbah? Bisa nggak?
Peramal : Bisa..bisa Le.. Mbah bisa bantu… Tersedia banyak weton, tapi tarifnya beda-beda. Kalau weton bagus tarifnya agak mahal.. gimana? Mau?
May
20
2008
Saya sangat prihatin melihat banyak mahasiswa yang membuang waktu ketika masa aktif kuliah mereka. Main kesana kemari, menghabiskan waktu dengan bermain PS (Play Station) di kamar kos, pergi ke tempat-tempat yang menyenangkan… ahhhh…. bosan melihatnya. Saya sendiri sempat mengalami hal serupa di masa awal kuliah, namun lama-lama kebosanan mulai mampir, dalam benak saya berfikir apakah tidak ada hal lain yang lebih bermanfaat dan menghasilkan selain melakukan ini?
Continue Reading »
Mar
06
2008
Telat juga sebenarnya menulis tentang ini
Beberapa waktu yang lalu saya dan mahasiswa berlomba-lomba membuat proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Tahun 2008. Hasilnya di tingkat Jurusan, kami berhasil mengirimkan lebih dari satu proposal, ada yang sifatnya pengembangan software, pengabdian masyarakat dan kewirausahaan IT. Nah, salah satu proposal bimbingan saya ternyata lolos yaitu tentang kewirausahaan TI.
Kami memilih tema tersebut karena masing jarang diikuti, jadi harapannya sih bisa keterima. Alhamdulillan doa tersebut akhirnya terjawab juga. Judul proposal PKM tersebut adalah : Jasa Dukungan Teknis dan Penyediaan Aplikasi Komputer Berbasis Open Source untuk Instansi, Usaha Kecil dan Indivindu sebagai Upaya Mengurangi Penggunaan Aplikasi Ilegal. Anggota kelompok yang terlibat didalamnya adalah : Siva Zainuddin dan Sidah Mufidah. Kedua mahasiswa anggota diatas adalah para aktivis komunitas Dakwah Open Source (DOS) Jurusan Teknik Informatika, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Selamat Berkarya Mahasiswaku!
Untuk melihat pengumuman PKM 2008 silahkan download dokumennya disini [Pengumuman-PKM-2008.XLS].
Aug
29
2007
Beberapa tahun yang lalu gaung teknologi Internet, Wireless Networking, VOIP dan GNU/Linux belumlah apa-apa tanpa campur tangan para provokator teknologi seperti Onno W. Purbo (juga teman-teman yang lain) dan berbagai Yayasan yang begitu konsen mensosialisasikan dan memperkenalkan teknologi tersebut ke masyarakat. Saat ini setiap orang dapat menikmati dan menggunakan teknologi diatas berkat kegigihan para provokator tersebut. Mereka (para provokator teknologi) rela turun ke lapangan, bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan ilmu, memberi materi, menjawab berbagai pertanyaan dan senantiasa mencari alternatif-alternatif teknologi agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Tanpa provokator teknologi, maka teknologi yang telah dibuat hanya akan tersimpan dan diketahui oleh orang-orang “langit” saja, alias orang yang memang berkecimpung di bidang tersebut. Teknologi yang telah dihasilkan membutuhkan provokator teknologi agar “membumi” alias menjadi milik orang “bumi”, agar diaplikasikan dan dapat digunakan oleh mereka-mereka.
Anda ingin bergabung menjadi “provokator teknologi”, bisa saja! yang penting memiliki komitmen dan konsistensi. Komitmen untuk menyebarkan ilmu demi kepentingan masyarakat dan konsistensi dalam bidang keilmuan. Tak perlu harus berasal dari background Teknologi Informasi, namun Anda harus benar-benar faham tentang keilmuan yang “provokatori” biar ngga “ngisin-ngisini”. Juga harus diingat bahwa ketika berbicara dengan audience nantinya, kita harus menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka, jangan sampai mereka jadi tambah pusing ketika menerima materi dari Anda. Lain ketika Anda berbicara dengan sama-sama orang langit, berbicara dengan bahasa langit, ya…no problem, tapi ketika berbicara dengan orang “bumi” kita harus membiasakan diri menggunakan istilah-istilah yang umum bahkan perumpamaan-perumpamaan ringan.
Jangan takut dicibir! Jangan mudah menyerah! Teruslah berprovokasi! itulah spirit provokator teknologi…. Nantinya ketika Anda berprovokasi akan ada cibiran dari orang-orang “langit” bahwa yang Anda provokasikan adalah hal yang sepele dan gampang.. Untuk menghadapi hal ini tenang saja.. Lakukan terus tugas Anda karena kerja ini lebih mulia dibanding menyembunyikan apa yang dimiliki tanpa mau berbagi dengan yang lain…
Pilih banyak media untuk menyebarkan provokasi Anda, bisa menggunakan Blog, Membuat E-Book, dan Media Massa. Kemudian jalin kerjasama dengan banyak pihak yang dapat mendukung kerja Anda, seperti perusahaan telekomunikasi, komputer dan lainnya. Kerjasama ini diperlukan untuk memperoleh berbagai bantuan sehingga Anda tidak perlu mengerjakan semuanya sendiri. Selamat ber-provokasi!, kami menunggu provokator-provokator teknologi baru! [The Indiebrainer]
Aug
28
2007
Sudah beberapa bulan ini saya memutar otak supaya kinerja saya di bidang workshop e-learning dan multimedia menjadi lebih profesional. Akhirnya setelah melalui proses panjang saya memutuskan untuk membuat sebuah usaha baru bernama Mediabrain Studio dengan tagline “E-Learning and Multimedia Skill Development”. Namun usaha ini belum dapat dikatakan sebagai Lembaga Pendidikan Ketrampilan (LPK) mengingat usaha ini belum saya buatkan badan hukum, namun saya memberanikan diri untuk memulai terlebih dahulu (daripada dipendam dalam mimpi
). Mediabrain menawarkan dua model Workshop, yaitu INHOUSE TRAINING dan PRIVATE TRAINING. Model INHOUSE pelatihan dan workshop dilaksanakan di tempat peserta (universitas dan sekolah masing-masing) sedangkan model PRIVATE dilaksanakan di Mediabrain Studio.
Usaha ini bukan semata-mata bisnis, pertama yang saya pikirkan adalah kenapa selama ini hanya ada satu lembaga saja yang konsen menyelenggarakan workshop e-learning, yaitu SEAMOLEC, namun harga yang ditawarkan kayaknya masih belum terjangkau. Padahal e-learning dan multimedia untuk pembelajaran sangat bagus apabila dapat diterapkan di lembaga pendidikan. Nah lewat lembaga ini saya mencoba untuk memberikan solusi supaya semua pihak dapat mendapatkan ketrampilan dalam e-learning dengan biaya terjangkau.
Dengan membawa nama Mediabrain Studio ini saya telah memulai untuk berkeliling menyelenggarakan workshop E-Learning, bulan kemarin ada dua tempat yang meminta kami untuk menyelenggarakan workshop yaitu Fakultas Farmasi dan IESP (Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Sebenarnya capek juga berkeliling ke berbagai tempat, namun semangat untuk menyebarluaskan ketrampilan e-Learning itulah yang membuat kami tetap enjoy ditambah antusiasme peserta workshop yang sebagian besar berusia 40-50an tahun (lebih banyak dosen senior yang ikut dibanding yuniornya) membuat kami tetap bersemangat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program workshop yang ditawarkan, silahkan buka : http://mediabrain-studio.com atau berkirim surat ke alamat : info [at] mediabrain-studio [dot] com
Aug
20
2007
Kalo ngga begitu yaa bukan Indonesia namanya..he..he.. Ya, beberapa hari yang lalu ketika sweeping software berlangsung di toko komputer, lembaga kursus dan warnet maka mereka yang di-sweeping beramai-ramai untuk melakukan migrasi ke GNU/Linux. Waktu itu saya menyangka kalau sweeping yang dilakukan pihak kepolisian kali ini akan membawa dampak positif bahwa penggunaan software opensource akan meluas, namun hal itu hanya impian belaka. Banyak dari toko komputer dan warnet yang kembali lagi menggunakan software bajakan setelah sweeping selesai. Ah..sama juga ternyata… [The Indiebrainer]